KUPANG, KABAKIA — Dalam rangka perwujudan menguji kompetensi praktis bidang seni dan media, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Bisnis dan Pariwisata, Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang sukses menggelar rangkaian workshop kreatif di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Naikoten, Kota Kupang Senin (15/06/2026).
Rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan secara terintegrasi sebagai bagian dari praktik langsung pemenuhan mata kuliah Desain Komunikasi Visual (DKV).
Seluruh rangkaian proyek lapangan ini dibimbing dan disupervisi secara ketat oleh Dosen Pengampu mata kuliah DKV, Arfie Pigan Solissa, S.T., M.T.
“Kami membagi mahasiswa ke dalam dua tim kerja, Kelompok 1 dan Kelompok 2, dengan membawa dua metode seni tekstil yang berbeda namun saling melengkapi dalam mengasah kecerdasan motorik, fokus, serta ketelitian para siswa yaitu teknik Eco print dengan cara Pounding dan Teknik Bleaching Ikat-Semprot”. Jelas Arfie.
Aksi kreatif pertama diinisiasi oleh Kelompok 1 yang dipimpin oleh Putri Chinderela selaku ketua kelompok. Mengusung tema “Kreativitas Ramah Lingkungan melalui Desain Eco print Teknik Pounding”, kelompok ini mengajak siswa-siswi kelas 5 memanfaatkan kekayaan hayati di sekitar sekolah.
Media utama yang digunakan adalah baju kaos polos berwarna putih. Para siswa diarahkan untuk mengumpulkan berbagai jenis dedaunan dan bunga dari pekarangan sekolah, menyusunnya di atas kain sesuai imajinasi, lalu menutupnya dengan lembaran plastik.
Melalui metode pounding, kain diketuk secara perlahan menggunakan palu kayu hingga pigmen warna dan bentuk alami tumbuhan berpindah sempurna ke serat kain.
Metode ini tidak hanya ramah lingkungan karena bebas bahan kimia, tetapi juga membangun kesadaran pelestarian alam pada anak sejak dini.
Pada ruang kelas yang lain, Kelompok 2 bergerak secara dinamika memberikan alternatif pembelajaran seni rupa melalui pemanfaatan komoditas industri rumah tangga yang murah dan terjangkau.
Workshop bertajuk “Pelaksanaan Kegiatan Kreatif Teknik Bleaching Menggunakan Byclean” ini diikuti oleh 21 siswa-siswi secara berkelompok.
Berbeda dengan Kelompok 1, media yang digunakan oleh Kelompok 2 adalah lembaran kain berwarna hitam pekat. Sebelum praktik dimulai, aspek keselamatan kerja menjadi perhatian utama mahasiswa; seluruh siswa diwajibkan menggunakan masker medis dan sarung tangan pelindung untuk menghindari kontak langsung dengan cairan pemutih.
Teknik ini diawali dengan mengikat beberapa bagian kain hitam menggunakan karet gelang untuk menciptakan pola dasar. Selanjutnya, siswa menyemprotkan larutan Byclean menggunakan botol sprayer dengan bantuan cetakan daun alami untuk memunculkan efek siluet dan gradasi warna yang kontras dan estetik. Sebagai penutup, kain dibilas menggunakan air bersih dan dikeringkan di bawah sinar matahari.
“Tujuan utama workshop ini adalah untuk melejitkan kreativitas anak sekaligus menanamkan jiwa kerja sama di dalam kelompok. Melalui kerja tim, siswa dilatih berkomunikasi dan berbagi peran demi menghasilkan sebuah produk seni yang tidak hanya indah, tetapi memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh para siswa adalah tumbuhnya kemampuan untuk melihat potensi dari lingkungan sekitar. Mereka diajarkan bagaimana memanfaatkan bahan sehari-hari atau bahkan bahan bekas menjadi produk baru yang memiliki daya tarik dan nilai jual di pasar.
Orientasi entrepreneurship sejak dini ini diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir siswa bahwa karya seni bisa menjadi sumber penghasilan yang produktif” lanjut Arfie.
Apresiasi luar biasa datang dari pihak sekolah Para guru menyadari bahwa metode Eco print dan bleaching ini sangat aplikatif dan kaya akan muatan edukasi. Oleh karena itu, para guru menyatakan komitmennya untuk meneruskan dan mengintegrasikan materi workshop ini ke dalam mata pelajaran di kelas secara reguler, khususnya pada muatan lokal atau seni budaya.
Lebih jauh lagi, sebagai langkah penyebarluasan dampak positif, para guru yang mendampingi kegiatan ini berencana untuk membagikan dan mengajarkan kembali keterampilan yang telah mereka peroleh kepada sesama rekan guru di SDN 2 Naikoten.
Melalui gerakan “guru mengajar guru” ini, diharapkan seluruh tenaga pendidik di sekolah memiliki keterampilan yang merata untuk mengembangkan metode pembelajaran berbasis proyek yang kreatif, murah, dan inovatif secara mandiri dan berkelanjutan.
Apresiasi juga datang dari Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) UCB Vinsensisu Belawa Lemaking SKM.,M.Kes.
“Ini inovasi yang sangat bagus oleh dosen dan mahasiswa. Kita terus mendorong semua aktivitas dosen dan mahasiwa agar memberikan dampak nyata di lapangan seperti yang di contohkan oleh Pa Arfie dan Kawan-kawan”. Terang Making.
(*)





Komentar