KUPANG, KABAKIA – Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Usman Husin memberi arahan kepada para penyuluh pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kunjungan kerjanya di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, pada Jumat 13 Februari 2026. Arahan ini dalam rangka penguatan fungsi penyuluhan guna mendukung Program Swasembada Pangan di Provinsi NTT.
Selain Anggota DPR RI Komisi IV Usman Husin, pada acara yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P. yang hadir secara virtual dari Jakarta, juga memberi arahan kepada para penyuluh pertanian di Provinsi NTT. Acara ini dihadiri Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan, M.Eng dan pejabat terkait lainnya.
Sebanyak 258 tenaga penyuluh pertanian hadir dalam pertemuan Kunjungan Kerja Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin yang digelar bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut. Sebanyak 258 penyuluh pertanian ini merupakan perwakilan dari penyuluh pertanian yang bertugas di seluruh kabupaten/kota dalam wilayah Pulau Timor dan penyuluh pertanian yang bertugas di Dinas Pertanian Provinsi NTT.
Yang menariknya, ini merupakan peristiwa pertama Anggota Komisi IV DPR RI bertemu dan memberi arahan langsung kepada para penyuluh pertanian di Provinsi NTT, terutama setelah penyuluh pertanian dialihkan statusnya dari pegawai daerah menjadi ASN pemerintah pusat yang bernaung dibawah Kementerian Pertanian (Kementan).
Dalam arahannya, Anggota DPR RI Komisi IV Usman Husin mengatakan, maju-mundurnya pertanian di NTT tergantung pada penyuluh. Penyuluh adalah ujung tombak keberhasilan pertanian di bumi Nusa Tenggara Timur. Jangan biarkan NTT disebut Nanti Tuhan Tolong.
Menurut Usman Husin, hampir 90 persen masyarakat Nusa Tenggara Timur hidup sebagai petani, namun hingga saat ini program swasembada pangan di Provinsi NTT masih belum tercapai. Mestinya jika hampir 90 persn masyarakat berprofesi sebagai petani, maka program swasembada pangan lebih cepat tercapai.
Itu terjadi, kata Usman Husin, karena bantuan pemerintah masih banyak yang belum tepat sasaran. Baik itu bantuan bibit tanaman, bantuan pupuk, maupun bantuan alat pertanian, serta peran tenaga penyuluh pertanian yang belum maksimal.
Karena itu, kata Usman Husin, berbagai bantuan dari aspirasi yang ia perjuangkan sebagai Anggota DPR RI Komisi IV, selama ini ia turun langsung untuk menyerahkan kepada kelompok tani penerima. Ia juga berdialog langsung dengan para petani untuk menyerap aspirasi mereka, sehingga bisa memahami kebutuhan petani.
Selain itu, kelompok tani pemerima merupakan kelompok tani yang dibentuk baru, tidak menggunakan kelompok tani yang lama, sehingga penerima bantuan bukan kemompok tani yang sama setiap tahunnya. Dengan begitu, makin banyak petani yang mendapat bantuan pemerintah dalam menunjang usaha pertanian masyarakat.
“Karena itu, peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak yang mendampingi langsung petani di lapangan sangatlah penting. Selain memberi pemahaman kepada petani tentang cara berusaha tani yang benar, sekaligus mendampingi, membantu dan mengawasi, agar petani mudah mengakses bantuan dan kebutuhan lainnya dalam menunjang usaha pertanian, seperti akses mendapatkan pupuk bersubsidi, mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian atau agar bantuan yang diberikan pemerintah bisa tepat sasaran,” kata Usman Husin.
Kakak kandung dari Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin ini percaya, setelah Penyuluh Pertanian beralih status menjadi ASN atau pegawai pemerintah pusat dibawah Kementerian Pertanian, program Swasembada Pangan pemerintahan Presiden Prabowo akan berhasil di Provinsi NTT. Kesejahteraan tenaga penyuluh pertanian akan terus diperjuangkan dan menjadi lebih baik sehingga bekerja lebih semangat membantu petani.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., dalam arahannya secara virtual mengatakan, Provinsi NTT bersyukur karena ada wakilnya di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, perikanan dan kelautan, serta kehutanan, yakni Usman Husin.
Dikatakan Dr. Idha Widi Arsanti, keberadaan bapak Usman Husin di Komisi IV DPR RI tentu memiliki dampak positif bagi pembangunan pertanian serta kelautan dan perikanan, juga kehutanan. Penyuluh pertanian di Provinsi NTT pun harus bisa memanfaatkan keadaan ini, serius dan bersemangat membantu dan mendampingi petani, serta mendapatkan manfaat dari kehadiran bapak Usman Husin di Komisi IV DPR RI.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, kata Dr. Idha Widi Arsanti, tentu selalu berkoodinasi dengan dalam arahannya secara virtual mengatakan, Provinsi NTT bersyukur kar
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan, M.Eng mengatakan, pertemuan Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PKB Usman Husin dengan penyuluh pertanian ini merupakan suatu kebanggan dan kesempatan untuk bisa bertatap muka langsung.
“BBPP Kupang memiliki tanggung jawab besar dalam melaksanakan fungsinya bagi aparatur dan non aparatur dan juga pelatihan teknis di bidang pertanian dan peternakan bagi aparatur dan non aparatur. Kami terus mendorong sinergi antara petani/peternak dengan tenaga penyuluh, demi peningkatan dan pertumbuhan usaha pertanian masyarakat NTT,” kata Roby Dermawan.
(*)





Komentar