KEFAMENANU, KABAKIA — Senator Abraham Paul Liyanto melanjutkan kegiatan resesnya dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ke Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Rabu 25 Februari 2026. Pada moment ini Senator asal NTT menyempatkan diri bertemu pimpinan daerah di Kabupaten TTU.
Kedatangan rombongan DPD ini disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A. dan Kamillus Ellu S.H serta semua pimpinan OPD di daerah tersebut.
Bupati TTU dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kehadiran Abraham Paul Liyanto.
“Selama masa kepimpinan kami, ini kunjungan perdana dari Senator atau anggota MPR RI. Kami sangat bersyukur sekali hari ini. Oleh sebab itu kami menghadirkan semua pimpinan OPD untuk dapat berdiskusi secara langsung dengan Bapak sebagai perpanjangan tangan kami di pusat”. Kata Yosep Falentinus.
Kepala Dinas Pendidikan kabupaten TTU Beato Yosep Frent Omenu, S.Stp dalam diskusi memaparkan kendala sekolah swasta dan para guru swasta yang lolos P3K namun ditempatkan di Sekolah-sekolah Negeri.
“Kami punya kendala, banyak guru-guru dari sekolah swasta yang lulus p3k namun tidak ditempatkan kembali pada sekolah asal tersebut tetapi dipindahkan ke sekolah Negeri. Hal ini membuat sekolah swasta kewalahan”. Jelas Beato.
Menanggapi hal ini Abraham Paul Liyanto menyatakan akan berusaha mengatasinya. “Laporan seperti ini yang kita perlukan. Mohon dibuat secara tertulis agar dapat saya jadikan bahan menyampaikan pada Kementerian terkait dan mengambil solusi terbaik untuk mengatasinya, ” Jelas Liyanto.
“Sebenarnya telah ada peraturan lewat edaran Menteri namun banyak pihak yang belum berani mengeksekusinya. Jadi kita perlu mendorong hal ini untuk perbaikan ke depan agar tidak ada lagi sekolah swasta yang dirugikan apalagi para gurunya”. lanjut Liyanto.
Pertemuan ini dihadiri juga oleh sekretaris Yayasan Citra Bina Insan Mandiri Kupang, Yessenia Irene Liyanto, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Jhon Einstein, Kepala Lembaga Penelitian dan Penagbdian Masyarakat Vinsensius Belawa Lemaking dan Ketua Program Studi Keperawatan Yohanes Dion.
(*)





Komentar