KUPANG, KABAKIA — Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional, Nusa Tenggara Timur (NTT) turut mengambil bagian secara aktif dalam Gerakan Tanam Serentak Nasional seluas 50 hektar yang dilaksanakan secara tersebar di 20 provinsi. Khusus di Kabupaten Kupang, aksi nyata ini berhasil merealisasikan penanaman padi di lahan seluas 13,5 hektar pada hari ini, Jumat (22/5/2026).
Gerakan ini berfokus pada pemanfaatan lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Di Kabupaten Kupang, penanaman terbagi di dua titik strategis yakni Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur Menjadi titik utama di NTT dengan total luas penanaman mencapai 13 hektar, Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah Turut menyumbang area penanaman seluas 0,5 hektar.
Aksi tanam serentak di Desa Pukdale dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat penting dan elemen pendukung pertanian. Turut hadir Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Roby Darmawan, M.Eng; Kepala SMKPP Negeri Kupang serta Kepala BBRMP NTT beserta jajarannya.
Tak hanya dari jajaran instansi, keberhasilan gerakan hari ini juga didukung penuh oleh sinergi kuat di lapangan antara Kelompok Fungsional (Kelsi) Penyuluh, para Penyuluh Pertanian, Brigade Pangan, serta kelompok petani lokal yang tampak antusias turun ke sawah.
Secara nasional, Gerakan Tanam Serempak ini dipusatkan di Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Agenda strategis ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Idha Widi Arsanti.
Dalam arahannya dari pusat, Kepala BPPSDMP menegaskan pentingnya memaksimalkan potensi lahan yang ada demi masa depan pangan Indonesia.
“Seluruh lahan yang tersedia, baik lahan optimalisasi lahan (OPLAH) maupun lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR), harus dapat dimanfaatkan secara optimal guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. Sinergi antara petani, brigade pangan, dan seluruh penyuluh pertanian menjadi kunci utama dalam mewujudkan target tersebut,” ujar Idha Widi Arsanti.
Lebih lanjut, dalam momentum gerakan nasional ini, disampaikan pula berbagai capaian positif yang berhasil ditorehkan oleh Kementerian Pertanian RI saat ini. Sektor pertanian Indonesia menunjukkan tren yang sangat menggembirakan melalui tiga indikator utama, Akselerasi tanam di berbagai daerah terbukti memperkokoh ketersediaan pangan pokok nasional.
Pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani di tingkat bawah demi menggenjot produktivitas. Lonjakan Saat ini NTP nasional berada di atas angka 125. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian semakin memberikan keuntungan ekonomi dan kesejahteraan yang jauh lebih baik bagi para petani Indonesia.
Dengan terlaksananya Gerakan Tanam Serentak di Kabupaten Kupang dan berbagai wilayah lainnya di Indonesia, diharapkan target swasembada pangan yang berkelanjutan dapat segera tercapai, sekaligus menjadikan petani sebagai pilar utama kemakmuran bangsa.
(*)





Komentar