KUPANG, KABAKIA — Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang secara resmi menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan bagi Aparatur. Pelatihan yang diselenggarakan secara daring selama dua hari ini diikuti oleh Penyuluh Pertanian dari 22 kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rangkaian acara penutupan diawali dengan laporan singkat pelaksanaan kegiatan oleh panitia. dilanjutkan dengan penyampaian arahan Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Kupang, Manix E. Manafe, sekaligus menutup kegiatan secara resmi.
Dalam arahan yang dibacakannya, Manix E. Manafe menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah berkomitmen mengikuti 16 jam pelajaran dengan penuh disiplin. Ia berharap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan perubahan sikap yang didapat selama bimtek dapat langsung diimplementasikan dalam mengawal swasembada pangan di daerah masing-masing.
“Brigade pangan adalah pilar penting. Melalui aparatur yang kompeten, kita optimis dapat memperkuat ketahanan pangan lokal di NTT, mengurangi risiko kontaminasi, serta meningkatkan kualitas pengelolaan pangan di tingkat masyarakat,” ujar Manix.
Peningkatan kapasitas ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan harga mati yang harus dicapai melalui kerja keras dan kolaborasi di seluruh lini pertanian. Kementerian Pertanian terus mendorong pemanfaatan teknologi, manajemen modern, serta penguatan brigade pangan di berbagai daerah sebagai garda terdepan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa fondasi utama dari keberhasilan program swasembada adalah kesiapan SDM, baik aparatur maupun petani. BPPSDMP berkomitmen penuh untuk terus mencetak tenaga yang kompeten, terampil, dan responsif melalui berbagai program pelatihan strategis guna mendukung keberlanjutan pangan nasional.
Setelah prosesi penutupan resmi, suasana haru dan penuh semangat nasionalisme menyelimuti ruang virtual saat seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu wajib nasional “Bagimu Negeri”.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran jalannya pelatihan, serta memohon kemudahan bagi para penyuluh dalam menjalankan tugas pendampingan di lapangan.
Dengan berakhirnya bimtek ini, para peserta yang memenuhi syarat berhak mendapatkan Sertifikat Telah Tamat Pelatihan (STTP) dan siap diterjunkan untuk mengawal penguatan kapasitas pangan di wilayah kerja masing-masing.





Komentar