BETUN, KABAKIA — Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kapasitas petani melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan, salah satunya dengan menggelar Pelatihan Teknis Bagi Petani Brigade Pangan, Selasa (16/06/2026). Bertempat di balai desa Malaka Tengah, kegiatan ini diikuti oleh 35 orang peserta yang tergabung dalam 4 Brigade Pangan (BP).
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Brigade Pangan adalah salah satu strategi Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan. Hal ini akan dicapai melalui penerapan teknologi modern dan pelibatan generasi muda di sektor pertanian.
Pernyataan senada dilontarkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Ia menekankan bahwa Brigade Pangan berperan sebagai motor transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern.
Dalam sambutannya, Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan mengungkapkan dalam pelatihan ini, para petani anggota Brigade Pangan akan dibekali pengetahuan, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi pertanian modern agar mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah masing-masing.
“Saya harap para peserta tidak hanya menjadi pelaku usaha tani yang kompeten, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan petani lainnya dalam menerapkan praktik pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan dalam menjalankan usaha tani, pertambahan IP dan Luas tanam dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan. ” kata Roby.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Malaka yang diwakili oleh Kepala bidang PSP, Oktovianus YL Mali mengatakan pihaknya siap membantu dan mensukseskan pelaksanaan kegiatan ini. Sehingga nantinya sarana prasana yang diperoleh oleh BP dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
Kegiatan pelatihan yang juga di selenggarakan di kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan (TTS) akan diisi dengan berbagai materi teknis yang relevan dengan tugas dan peran Brigade Pangan di lapangan, disertai diskusi dan praktik yang bertujuan memperkuat kompetensi peserta.
Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, pelatihan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara petani, penyuluh, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung program pembangunan pertanian di daerah.
Ditekankan bahwa setelah mendapatkan dukungan awal dari pemerintah, Brigade Pangan harus mampu berkembang secara mandiri melalui perencanaan usaha yang profesional dan berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan Brigade Pangan dapat semakin berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan pertanian menuju indonesia swasembada pangan berkelanjutan, khususnya di daratan Timor.
(*)





Komentar