KUPANG, KABAKIA — Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), resmi menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan bagi Aparatur.
Kegiatan yang berlangsung secara daring (online) dari tanggal 20 hingga 21 Mei 2026 ini, diikuti oleh para Penyuluh Pertanian yang mewakili 22 Kabupaten/Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons nyata terhadap dinamika perubahan iklim dan potensi kerawanan pangan, serta untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas pangan yang memadai melalui pembentukan “Brigade Pangan” yang diisi oleh tenaga-tenaga kompeten.
Dalam arahannya saat membuka acara secara resmi , Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan, menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan sektor pangan saat ini.
“Ketahanan dan keamanan pangan adalah pilar krusial bagi kesejahteraan masyarakat. Melalui Bimtek ini, kita berkomitmen mencetak aparatur dan penyuluh pertanian yang tidak hanya bertindak sebagai pendamping, tetapi menjadi bagian dari individu kompeten yang dibekali pengetahuan teknis, kemampuan manajerial, serta pemahaman mendalam tentang konteks pangan lokal ,” ujar Roby.
Ia juga berharap rangkaian kegiatan ini memberikan manfaat maksimal guna mendorong tercapainya swasembada pangan di wilayah NTT.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dalam setiap arahannya selalu menegaskan bahwa penguatan kapasitas SDM pertanian merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan global dan domestik.
Menurutnya, seluruh jajaran aparatur di daerah harus memiliki gerak cepat dan kompetensi yang merata untuk mengawal program-program strategis pemerintah demi mengamankan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Komitmen penguatan di tingkat hulu dan pembinaan SDM tersebut berkaitan erat dengan visi besar di tingkat pusat. Menteri Pertanian RI senantiasa menekankan bahwa kemandirian pangan adalah harga mati untuk menjaga kedaulatan bangsa.
“Kementerian Pertanian terus memprioritaskan akselerasi swasembada pangan secara nasional melalui modernisasi pertanian, penguatan kelembagaan di lapangan, serta optimalisasi seluruh potensi daerah guna menghadapi ancaman krisis pangan global”,ungkap Mentan.
Acara pembukaan berjalan dengan khidmat secara virtual, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penyampaian laporan pelaksanaan oleh Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Tim Kerja Pelatihan Aparatur & Non Aparatur, Bapak Fabianus Kowa Keraf, SP, M.Si, serta ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Saudara Rifki Ramadan.
Selama dua hari ke depan, para peserta akan dibekali kurikulum komprehensif sebanyak 16 jam berlatih. Materi yang diberikan meliputi kelompok dasar Kebijakan Pembangunan Pertanian , hingga kelompok inti seperti Manajemen Pengelolaan Brigade Pangan, Kewirausahaan Akses Pembiayaan dan Analisa Kelayakan Usaha, Literasi Keuangan, Pencatatan Usaha Tani dan Administrasi Kelompok, serta Teknik Pendampingan Efektif Brigade Pangan.
Seluruh peserta yang menyelesaikan pelatihan ini dari awal hingga akhir dengan memenuhi syarat nantinya akan diberikan Sertifikat Telah Tamat Pelatihan (STTP).(
(*)





Komentar