GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Ekonomi
Beranda » Berita » BBPP Kupang Gelar Sertifikasi Kompetensi Juleha, Dorong Penjaminan Produk Pangan ASUH di Provinsi NTT

BBPP Kupang Gelar Sertifikasi Kompetensi Juleha, Dorong Penjaminan Produk Pangan ASUH di Provinsi NTT

KUPANG, KABAKIA — Dalam rangka mendukung penjaminan produk pangan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) di tengah masyarakat, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Halal (JULEHA). Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi pada Senin, 8 Juni 2026, bertempat di Aula Utama BBPP Kupang.

Sertifikasi kompetensi ini diikuti oleh 28 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai instansi pemerintah dan organisasi keagamaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di antaranya berasal dari Kementerian Agama Provinsi NTT, Dinas Pertanian Kota Kupang, Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Dinas Peternakan Kabupaten TTS, Rumah Zakat NTT, serta Yayasan Shuffah Alak Flobamora.

Langkah standardisasi ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan bahwa pembangunan pertanian masa depan tidak melulu soal teknologi dan infrastruktur fisik, melainkan sangat bergantung pada aspek mentalitas, karakter, dan kompetensi para pelaku utama di lapangan. Peningkatan kapasitas SDM dinilai menjadi pilar utama jika Indonesia ingin mencapai kemandirian dan ketahanan pangan yang kokoh.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, dalam berbagai kesempatan terus mendorong penyiapan tenaga kerja pertanian yang bersertifikat baku.

Hari Susu Nusantara 2026, Wamentan Sudaryono Gaungkan Revolusi Susu untuk Anak Indonesia

Menurutnya, standardisasi kompetensi melaui sertifikasi profesi seperti JULEHA ini menjadi mutlak demi menjamin bahwa kualitas produk hewani yang beredar di masyarakat telah memenuhi aspek keamanan dan kelayakan konsumsi secara syariat maupun teknis kesehatan masyarakat veteriner.
Sementara itu, Kepala BBPP Kupang, Roby

Darmawan dalam arahan pembukaannya menegaskan krusialnya peran Juru Sembelih Halal dalam rantai pasok pangan hewani, khususnya di wilayah NTT.

“Melalui sertifikasi ini, kita berharap lahir para Juru Sembelih Halal yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam mengemban amanah. Hal ini sangat penting untuk memberikan kepastian dan rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi produk pangan asal hewan,” ujar Roby.

Dalam laporan penyelenggaraannya, Ketua Tim Kerja Sertifikasi Profesi, Layanan Konsultasi, dan Pengelolaan Inkubator Agribisnis BBPP Kupang, Marthen Leonard Ressie merincikan bahwa proses pengujian akan dikawal langsung secara objektif oleh tim asesor profesional dari BBPP Batu dan BBPP Cinagara, memanfaatkan fasilitas Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang dimiliki oleh BBPP Kupang.

Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian (LSPP) Mukhlis, Tim Asesor dari BBPP Batu dan BBPP Cinagara, jajaran Manajerial BBPP Kupang, para Widyaiswara, serta ditutup dengan sesi doa dan foto bersama.

Stok Beras RI Tembus 28 Juta Ton, Wamentan Sudaryono Kebut Tanam 750 Hektar Padi di Lamongan Hadapi El Nino

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement