GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Ekonomi
Beranda » Berita » Wujudkan Transisi Energi di Pelosok Sumba: PLN Percepat Infrastruktur Listrik Desa Waipakolo

Wujudkan Transisi Energi di Pelosok Sumba: PLN Percepat Infrastruktur Listrik Desa Waipakolo

WAINGAPU, KABAKIA — PT PLN (Persero) terus mengakselerasi agenda transisi energi hingga ke tingkat desa. Komitmen ini diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur Listrik Desa (Lisdes) di Desa Waipakolo, Kecamatan Kodi Balagar, Sumba Barat Daya.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 40 personel teknis dari PLN UP3 Sumba dan PT PLN Nusa Daya diterjunkan untuk memperkuat tim PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumba.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar PLN dalam mendorong masyarakat beralih dari penggunaan energi fosil yang mahal dan tidak ramah lingkungan menuju energi listrik yang andal dan berkelanjutan.

Infrastruktur yang tengah dibangun meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,5 kilometer sirkuit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 6,7 kms. Kehadiran jaringan ini menjadi jembatan bagi warga Waipakolo untuk meninggalkan ketergantungan pada mesin diesel mandiri.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa transisi energi di pelosok adalah kunci pemerataan kesejahteraan.

BBPP Kupang Gelar Sertifikasi Kompetensi Juleha, Dorong Penjaminan Produk Pangan ASUH di Provinsi NTT

“Transisi energi bukan hanya soal teknologi besar, tapi tentang bagaimana masyarakat di desa seperti Waipakolo bisa beralih dari energi fosil ke listrik yang lebih bersih dan efisien. Kami membangun setiap kilometer jaringan ini untuk memastikan masa depan anak-anak Sumba lebih terang dan kualitas hidup masyarakat meningkat secara berkelanjutan,” ujar Eko.

Manager PLN UP3 Sumba, Ronald Tilmans, menambahkan bahwa kolaborasi lintas unit ini bertujuan untuk memastikan masyarakat segera menikmati manfaat dari kemudahan energi listrik.
“Akselerasi Lisdes ini adalah prioritas kami. Dengan beralihnya masyarakat dari diesel ke listrik PLN, kita tidak hanya membantu ekonomi warga, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan di Pulau Sumba,” jelas Ronald.

Semangat perubahan ini juga dirasakan oleh para petugas di lapangan. Novensius Bessu, personel PT PLN Nusa Daya, menyatakan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari sejarah transisi energi di desa tersebut.

“Bekerja menjelang Hari Buruh ini terasa spesial. Kami bukan sekadar memasang kabel, tapi sedang membangun jalan bagi masyarakat untuk menikmati energi yang lebih baik. Senyum warga adalah energi bagi kami,” ungkapnya.

Bagi warga, transisi ini adalah solusi atas kesulitan ekonomi. Marten, salah satu warga Desa Waipakolo, mengakui betapa beratnya bertahan dengan mesin diesel di tengah langkanya bahan bakar solar.

Hari Susu Nusantara 2026, Wamentan Sudaryono Gaungkan Revolusi Susu untuk Anak Indonesia

“Kami sudah lama terbebani biaya solar yang mahal dan sulit didapat. Kami sangat mendambakan transisi ke listrik PLN ini agar bisa lebih hemat dan usaha di desa bisa berjalan lancar,” harap Marten.

Melalui pembangunan ini, PLN berharap Desa Waipakolo dapat menjadi contoh keberhasilan transisi energi di tingkat akar rumput, di mana akses listrik yang merata mampu memicu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga kelestarian alam Sumba.

(*)

Stok Beras RI Tembus 28 Juta Ton, Wamentan Sudaryono Kebut Tanam 750 Hektar Padi di Lamongan Hadapi El Nino

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement