OELAMASI, KABAKIA – Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di wilayah Kabupaten Kupang pada Senin 15 Desember 2025. Kali ini kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Takari, tepatnya di halaman Mesjid Takari.
Sebelumnya, Anggota DPR RI Usman Husin telah melakukan kegiatan sosialisasi yang sama di beberapa desa di wilayah Kabupaten Kupang, salah satunya adalah di Desa Penfui Timur, wilayah Kecamatan Kupang Tengah, pada tanggal 29 Juni 2025 lalu.
Pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di halaman Mesjid Takari ini, Anggota DPR RI Usman Husin didampingi Camat Takari dan tokoh agama. Sementara pesertanya adalah para petani yang berada di wilayah Kecamatan Takari.
Seperti pada kegiatan sosialisasi sebelumnya, pada kesempatan ini Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, kembali menyegarkan ingatan masyarakat Kabupaten Kupang, terutama warga Takari tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai pedoman hidup bangsa.
Menurut Usman Husin, nilai-nilai kebangsaan dalam empat pilar ini harus terus ditanamkan agar masyarakat tetap bersatu dan mampu menghadapi tantangan zaman. Empat pilar ini, adalah modal sosial yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
“Tatanan kehidupan kita harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Kita wajib merawat keberagaman bangsa, saling menerima perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujar Usman Husin
Usman Husin menambahkan empat Pilar MPR RI merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, sosialisasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk menjaga semangat kebangsaan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya generasi muda memahami dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan semangat nasionalisme.
(*)





Komentar