KUPANG, KABAKIA — Center of Excellence Pemenuhan Pangan dan Gizi (COE-PPG), sebuah platform kolaborasi antara Bappenas, Badan Gizi Nasional, IPB University, dan UNICEF, menyelenggarakan Pelatihan bagi Pelatih (Training of Trainers – ToT) Tingkat Regional Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali, selama empat hari di Kupang.
Pelatihan bagi Pelatih (Training of Trainers – ToT) Tingkat Regional NTB, NTT dan Bali ini sebagai upaya mendukung percepatan perbaikan gizi masyarakat serta mendukung implementasi Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2025–2029.
Kegiatan pelatihan tingkat regional NTT, NTB dan Bali diselenggarakan di Hotel Swiss-Belcourt Kupang, dan dibuka Gubernur NTT, Melki Laka Lena pada Rabu 4 Februari 2026. Pusat Unggulan Nasional atau Center of Excellence IPB merupakan suatu gagasan IPB University sebagai pusat riset, yang memberikan rekomendasi, dan penciptaan model pengembangan MBG.
Kegiatan pelatihan diikuti perserta dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT, Dinkes Provinsi NTB dan Dinkes Provinsi Bali, dan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Balai Besar POM Kupang, Balai Besar POM Mataram, dan Balai Besar POM Denpasar, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama ketiga provinsi, Dinas Pendidikan dari ketiga provinsi, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dari ketiga provinsi, Kepala Regional Badan Gizi Nasional dari ketiga provinsi, DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) NTT dan Universitas Nusa Cendana (Undana).
Pelatihan bagi Pelatih (Training of Trainers – ToT) membahas tentang “Standar Gizi dan Keamanan Pangan Siap Saji untuk Penjamah Pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta implementasi dan edukasi gizi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan Tingkat Regional Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali.
Kegiatan pelatihan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator regional agar mampu memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik di Satuan Pendidikan maupun penjamah makanan di SPPG. Pelatihan ini juga akan memperkenalkan modul pelatihan resmi yang telah disusun sebagai panduan teknis dan edukatif untuk mendukung pelaksanaan MBG secara terstandar dan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Brigjen Purn. Suardi Samiran, mengatakan, program MBG merupakan investasi jangka panjang bangsa dan bukan sekedar penyediaan makanan bagi anak-anak. Ini adalah program untuk menyiapkan kualitas anak bangsa yang unggul di masa depan.
Karena itu, kata Suardi Samiran, penguatan komitmen dalam menerapkan standar gizi dan keamanan pangan yang profesional, akuntabel dan berkeadilan, sangatlah penting. Supaya pelaksanaan Program MBG dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
Sementara Gubernur NTT, Melki Laka Lena, ketika membuka kegiatan pelatihan ini, mengakui kalau implementasi Program MBG di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong rendah, karena baru mencapai 40 persen. Masih banyak anak sekolah yang belum sempat menikmati makanan bergizi gratis (MBG).
Karena itu Gubernur Melki berharap, Pelatihan bagi Pelatih (Training of Trainers – ToT) yang digelar ini dapat berdampak nantinya pada peningkatan implementasi Program MBG di wilayah Provinsi NTT dengan memperhatikan penerapan keamanan pangan dan gizi dalam pelaksanaannya.
Sementara Kepala perwakilan UNICEF untuk NTT dan NTB, Yudhistira Yewangoe, juga menyampaikan harapan yang sama, yakni peningkatan implementasi Program MBG di tiga wilayah provinsi yakni NTB, NTT dan Bali. Dengan Program MBG, anak-anak Indonesia siap menjadi generasi unggul di masa depan.
Pelatihan bagi Pelatih (Training of Trainers – ToT) Tingkat Regional Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali, akan berlangsung selama empat hari hingga 7 Februari 2026. , untuk meningkatkan kapasitas fasilitator regional agar mampu memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik di Satuan Pendidikan maupun penjamah makanan di SPPG.
Pelatihan ini juga akan memperkenalkan modul pelatihan resmi yang telah disusun sebagai panduan teknis dan edukatif untuk mendukung pelaksanaan MBG secara terstandar dan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.
(*)





Komentar