GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Inspirasi
Beranda » Berita » Bersama Dekranasda dan Pokja Bunda PAUD, TP PKK NTT Gelar Kegiatan Humanis Bertema “NTT Berwarna 2025”, Jadi Ruang Kepedulian dan Kebersamaan

Bersama Dekranasda dan Pokja Bunda PAUD, TP PKK NTT Gelar Kegiatan Humanis Bertema “NTT Berwarna 2025”, Jadi Ruang Kepedulian dan Kebersamaan

KUPANG, KABAKI — Tim Penggerak PKK Provinsi NTT bersama Dekranasda dan Pokja Bunda PAUD, menggelar kegiatan humanis bertema “NTT Berwarna 2025”. Kegiatan humanis ini berupa, Parade Tenun, Kampanye Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Kampanye Stop HIV/AIDS, juga Penggalangan Dana Untuk Korban Bencana Banjir Sumatera.

Kegiatan humanis bertema “NTT Berwarna 2025” yang juga dipadukan dengan Jalan Sehat di arena Car Free day (CFD) Jalan El Tari Kota Kupang ini digelar pada Sabtu pagi 13 Desember 2025.  Kegiatan ini menjadi Ruang Kepedulian dan Kebersamaan bagi seluruh warga terutama kelompok perempuan.

Kegiatan humanis bertema “NTT Berwarna 2025” ini diikuti ribuan warga, dan membuat Kawasan CFD Jalan El Tari menjadi lebih ramai dan meriah. Dimulai dari  halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, perhelatan kegiatan NTT Berwana 2025 ini kembali finish di tempat yang sama.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTT, komunitas tenun, komunitas Perempuan dan anak-anak, hingga pegiat sosial turut memeriahkan acara ini. Beragam aktivitas disuguhkan sejak pagi hari.

Pameran tenun ikat khas NTT menjadi daya tarik utama, berdampingan dengan kampanye Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Stop Human Trafficking (Highway 8), serta jalan sehat. Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan hiburan akhir pekan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan sosial yang menyentuh.

Prihatin Dengan Kasus Pemulangan Jenasah PMI, Pater Deken Malaka Ajak Warga Ikuti Jalur Resmi Bekerja di Luar Negeri

Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Asty Laka Lena, menyampaikan bahwa kegiatan hari ini bukanlah agenda tunggal, melainkan puncak dari rangkaian aktivitas yang telah dimulai sejak akhir November 2025.

“Semua kegiatan ini kami rancang sebagai ruang kepedulian, ruang belajar, dan ruang kebersamaan bagi masyarakat NTT,” tutur Ny. Asty.

Ia mengisahkan, pada 20–23 November 2025, TP PKK Provinsi NTT telah melaksanakan bakti sosial operasi sumbing bibir dan langit-langit di RSUD Naibonat Kabupaten Kupang, kerja sama dengan Kopdit Swasti Sari dan Yayasan Permata Sari Semarang.

Awal Desember, rangkaian kegiatan berlanjut melalui kolaborasi dengan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) dan Dekranas Pusat.

Selama 9–10 Desember 2025, berbagai layanan kesehatan digelar secara serentak di 22 kabupaten/kota se-NTT, mulai dari donor darah, pemeriksaan IVA-Tes, imunisasi perisai, hingga edukasi kesehatan lainnya.

Peringatan Hari Buku Nasional 2026: Program Pendampingan Literasi Generasi Muda

Tak hanya kesehatan, Dekranasda NTT menghadirkan pelatihan keterampilan, pameran produk lokal, serta edukasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Sementara itu, Bidang I TP PKK membuka ruang diskusi melalui talkshow dan seminar tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk isu pekerja anak.

Sentuhan edukasi juga terasa melalui kegiatan literasi yang digelar Pokja II TP PKK di Taman Baca Masyarakat (TBM) Generasi Emas, melibatkan anak-anak pemulung dan anak jalanan.  Di sisi lain, Dinas Kesehatan Provinsi NTT memberikan edukasi terkait deteksi dini kanker payudara, kanker serviks, serta pencegahan HIV/AIDS.

Nuansa budaya semakin kuat ketika para penenun memperagakan proses menenun tradisional. Proses ijin mulai dari pemisahan lidi, pengolahan kapas, pewarnaan alami, hingga penjelasan akademik tentang filosofi tenun yang melibatkan akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana).

Berbagai produk turunan tenun dan kuliner khas NTT turut dipamerkan, menambah warna dalam perhelatan ini. Puncak kegiatan ditandai dengan jalan sehat bertema “NTT Berwarna”, sebuah simbol keberagaman suku, bahasa, dan budaya di NTT.

Wakil Wali Kota Kupang Kunjungi Anak-Anak Yatim, Korban Kebakaran Panti Asuhan Holly Angel

Menurut Ny. Asty, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan ketika disatukan dalam semangat kolaborasi. “Kita mungkin berbeda warna, tetapi ketika berjalan bersama, kita sedang melukis masa depan NTT yang lebih sejahtera,” ujarnya.

TP PKK Provinsi NTT bersama Seruni juga menyalurkan 1.000 paket sembako dalam rangka Hari Ibu.  Sebanyak 500 paket diserahkan pada hari kegiatan, sementara sisanya akan dibagikan pada pekan berikutnya.

Bantuan tersebut menyasar penyandang disabilitas, pemulung, pengemudi ojek online perempuan, kelompok wanita tani, dan komunitas perempuan lainnya. Kepedulian tidak berhenti di situ. Melalui momentum NTT Warna-Warni 2025, TP PKK Provinsi NTT juga melakukan penggalangan dana bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui jejaring PKK dan Posyandu di wilayah terdampak. “Dari NTT, kami ingin menyampaikan doa dan solidaritas untuk saudara-saudara kami di Sumatera,” kata Ny. Asty.

Sebelumnya, TP PKK Provinsi NTT juga meresmikan PKK Fresh Mart, sebuah inisiatif untuk mempertemukan hasil produksi petani dan kelompok binaan PKK langsung dengan pasar.  Produk-produk segar, organik, dan terjangkau ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga.

Rangkaian kegiatan TP PKK Provinsi NTT masih akan berlanjut hingga pertengahan Desember, termasuk pelatihan fasilitator “Nonah Hebat” bekerja sama dengan Save the Children, serta penguatan kapasitas kader PKK, Posyandu, PAUD, dan Dekranasda.

Melalui NTT Warna-Warni 2025, TP PKK Provinsi NTT menghadirkan pesan sederhana namun bermakna: kepedulian, budaya, dan kebersamaan adalah warna utama dalam membangun Nusa Tenggara Timur.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement