KUPANG, KABAKIA — Gas elpiji (LPG) tiba-tiba menghilang dari seluruh penjuru Kota Kupang ketika memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kondisi ini membuat warga resah. Bahkan, manajemen Hotel Neo El Tari Kupang mengaku terpaksa membeli langsung gas elpiji dari Surabaya-Jawa Timur.
General Manajer (GM) Hotel Neo El Tari Kupang, Junadi mengatakan hal tersebut saat menggelar acara buka puasa bersama dengan para jurnalis di hotel tersebut, Jumat 6 Maret 2026. Hilangnya gas elpiji ini, juga sangat berpengaruh pada usaha kuliner atau warung makan.
Menanggapi kondisi ini, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Usman Husin, mendesak pihak Pertamina segera mengatasi hal ini. Apalagi Elpiji merupakan bahan kebutuhan pokok masyarakat.
“Beberapa hari terakhir, saya juga mendapat banyak laporan dari masyarakat tentang gas elpiji. Semua mengeluh karena tiba-tiba gas elpiji hilang dari Kota Kupang dan pihak Pertamina terkesan lamban dalam mengatasi kondisi ini,” kata Usman Husin saat dihubungi pada Sabtu 7 Maret 2026.
“Ada warung yang terpaksa tutup karena tidak ada gas elpiji. Kalau kondisi ini tidak segera diatasi pemerintah bersama Pertamina, tentu akan merugikan dan mengganggu perekonomian. Pertamina jangan lamban dalam mengatasi hal ini,” kata Usman Husin.
Untungnya, kata Usman Husin, masyarakat masih banyak yang menggunakan minyak tanak untuk untuk kebutuhan masak di rumah. Kalau semua sudah pakai gas elpiji, maka kondisi seperti ini seharusnya tidak terjadi, apalagi di bulan puasa dan menjelang Hari Raya Lebaran, juga jelang Hari Raya Nyepi.
Sementara itu, pihak Pertamina NTT belum berhasil dikonfirmasi terkait masalah ini. Meski demikian, diharapkan Pertamina segera mengambil tindakan untuk mengatasi kelanggkaan elpiji di Kota Kupang dan sekitarnya.
(*)





Komentar