GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Bisnis
Beranda » Berita » Perbarindo NTT Jalin Kemitraan Harmoni dengan BPR Hasamitra Makasar, Robert P Fanggidae : BPR di NTT Harus Berani Berubah

Perbarindo NTT Jalin Kemitraan Harmoni dengan BPR Hasamitra Makasar, Robert P Fanggidae : BPR di NTT Harus Berani Berubah

KUPANG, KABAKIA — Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (Perbarindo NTT) menjalin kemitraan harmoni yang strategis dengan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Hasamitra dari Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan. Ini adalah kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan antara BPR Hasamitra dengan semua BPR yang tergabung dalam Perbarindo NTT.

Penandatangan kerjasama kemitraan antara Perbarindo NTT dan BPR Hasamitra dilaksanakan pada acara Gathering Mitra Harmoni antara BPR Hasamitra dan Perbarindo NTT yang digelar di Hotel Swiss-Belcourt Kupang, Jumat 22 Mei 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua DPD Perbarindo NTT, Robert P Fanggidae dan Direktur Bisnis BPR Hasamitra Makassar, I Made Semadi, disaksikan oleh Komisaris Utama PT BPR Hasamitra, Yonggris Lao dan Pengurus DPD Perbarindo NTT Chris Liyanto dan semua badan pengurus BPD Perbarindo NTT yang hadir.

Penandatanganan Kerjasama Mitra Harmoni kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara BPR Hasamitra Makasar dengan BPR Tanaoba Lais Manekat (Bank TLM) yang juga dilakukan oleh Robert P Fanggidae selaku Dirut Bank TLM dan I Made Semadi selaku Direktur Bisnis BPR Hasamitra Makassar. Sementara Anggota Perbarindo NTT yang juga menandatangani Kerjasama Mitra Harmoni dengan BPR Hasamitra Makasar yakni BPR Pitoby Kupang.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Perbarindo NTT, Robert P Fanggidae mengatakan, kegiatan Gathering Mitra Harmoni adalah kegiatan yang sangat strategis di tengah perubahan global, terutama teknologi. Yakni, bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan tapi menjadi suatu kewajiban bagi kita semua.

“Bila kita ingin terus bertahan di era saat ini, bila kita tidak mengadopsi kemajuan teknologi, maka kita akan terkena resiko strategis. Lingkungan terus berubah, karena itu perilaku masyarakat juga berubah. Dan, kita perlu melayani perubahan perilaku itu dengan mengadopsi kemajuan teknologi,” kata Robert P Fanggidae, yang juga dikenal sebagai Ketua DPD Kagama Provinsi NTT ini.

Melalui “Satu Langkah Seribu Harapan” MSM Salurkan Sepatu dan Perlengkapan Sekolah bagi Ratusan Siswa SD di Sumba Timur

Karena itu, kata Robert P Fanggidae, pertemuan Gathering Mitra Harmoni antara BPR Hasamitra dan DPD Perbarino NTT ini menjadi pertemuan yang sangat strategis, dan dirinya perlu mengucapkan terima kasih kepada BPR Hasamitra yang telah berinisiatif untuk adanya pertemuan dan kerjasama mitra harmoni ini.

“Memang  sudah pernah dibicarakan pula pada suatu kegiatan di Surabaya bulan Desember 2025 lalu, ketika evaluasi kinerja, bahwa kita sangat tertarik dengan kemajuan yang diperoleh, yang dicapai oleh Bank Hasamitra Makasar. Waktu itu kalau tidak salah, ijin QRIS untuk BPR hasamitra belum keluar. Apalagi saat ini 58 persen penduduk kita di NTT, transaksinya sudah menggunakan sistem digital di HP. Ini yang perlu kita hadapi di BPR,” kata Robert P Fanggidae.

Sementara terkait lingkup kerjasama, kata Robert P Fanggidae, mencakup empat hal yakni; yang pertama adalah di bidang Pendidikan dan Pelatihan. Pendidikan sebagai jalan utama bagi semua untuk kemajuan organisasi lembaga BPR. Tanpa pendidikan dan pengetahuan (SDM) yang baik maka BPR akan kalah bersaingan.

Hal kedua, kata Robert P Fanggidae, adalah kerjasama di bidang Funding. Ada penempatan antar bank, sehingga kalau BPR di NTT membutuhkan dana atau sebaliknya BPR Hasamitra Makasar yang membutuhkan dana, akan saling mendukung. Karena itu, kita harus bermitra, bukan cuma dengan sesama BPR di wilayah NTT tetapi juga dengan BPR yang sudah jauh lebih maju yang ada di luar daerah NTT.

“Saat ini asset BPR Hasamitra makasar sudah 3 kali dari asset BPR yang ada di NTT. Asset BPR Hasamitra Makasar saat ini telah mencapai Rp3,1 Triliun dalam waktu 20 tahun. Ini pertumbuhan yang luar biasa, sehingga kita bisa saling mendukung dari aspek Funding,” kata Robert P Fanggidae.

Direktur Kredit Bank TLM Serahterima Jabatan, 20 Karyawan Baru Tandatangan Pakta Integritas, Robert P Fanggidae: Tahun ini Kita Punya M-Banking Sendiri

Yang ketiga, kata Robert P Fanggidae, adalah kerjasama di bidang Kredit. Yaitu kerjasama Likage, baik channeling maupun excecutive, dimana di dalamnya juga ada penyaluran kredit dan bisa juga berbentuk sindikasi antara BPR di NTT dengan BPR Hasamitra Makasar.

Semetara Kerjasama yang keempat, kata Robert P Fanggidae, adalah Kerjasama di bidang IT. Sejak tahun 2012, BPR Hasamitra Makasar sudah punya visi yang jauh. Sudah sangat berkembang dan kemajuan IT adalah senjata bagi BPR Hasamitra makasar untuk bisa bersaing dalam bisnis perbankan ini.

Pangsa pasar untuk layanan transaksi digital bisa mencapai 87 persen di Makasar. Di Sulawesi Selatan ada 24 kabupaten/kota, dan dengan kemajuan teknologi, BPR Hasamitra tidak perlu membuka cabang, cukup punya 11 kantor, yang lain dilayani pakai teknologi. Yang lain tidak perlu bayar kantor, cukup layanan teknologi, yang penting ada sinyal. Pertumbuhan assetnya pun mencapai 150 miliar pertahun,” kata Robert P Fanggidae.

Karena itu, kata Robert P Fanggidae, transformasi teknologi sudah menjadi kewajiban. Kalau tidak siap, kalau kita tidak mau berubah, maka 20 tahun lagi kita akan mati, kita tidak ada lagi. Dan untuk perubahan pasti ada biayanya, karena biaya itu untuk mendatangkankan manfaat.

“Tidak ada yang gratis dalam kerjasama, tinggal bagaimana kita memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya. Saya sekali lagi menyampaikan terima kasih atas inisiatif dari BPR Hasamitra yang telah membuka pintu untuk bekerjasama dalam empat lingkup itu,” kata Robert P Fanggidae.

OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Sungai Rumbai

Karena itu, sebagai Ketua Perbarindo NTT, Robert P Fanggidae mengajak kita semua BPR termasuk dirinya dari BPR TLM, supaya bergandengan tangan dan mau menuju perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih maju. “Mari kita bergandengan tangan, sudah pasti Bank TLM juga dan menjadi yang pertama. Kalau Bank TLM tidak yang pertama, nanti tidak ada yang percaya. Karena tidak mungkin saya jadi calo. Kita pasti senang kita duluan. Semoga rekan-rakan BPR yang lain juga ikut. Kita jangan takut dengan perubahan, supaya saldo kita juga berubah,” kata Robert P Fanggidae.

Sementara itu, dalam sambutannya di kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT BPR Hasamitra, Yonggris Lao juga menegaskan kembali tentang empat poin kerjasama tersebut. Menurut Yonggris Lao, BPR di Indonesia harus bekerjasama, bermitra dan saling mendukung, supaya bisa maju dan berkembang bersama.

Selain itu, kata Yonggris Lao, sudah saatnya BPR berubah ke layanan transaksi digital, jika ingin bisa tetap bersaing di bisnis perbankan. BPR Hasamitra Makasar sudah membuktikan hal tersebut, dan menunjukan pertumbuhan asset yang meningkat tajam dalam 10 tahun terakhir.

Saat ini, kata Yonggris Lao, BPR Hasamitra Makasar telah memiliki layanan digital yang menjangkau nasabah hingga ke luar daerah. Nasabah yang ingin membuka rekening dan melakukan transaksi tidak perlu datang ke kantor BPR Hasamitra lagi. Cukup buka aplikasinya di handphone (HP) dan langsung melakukan transaksi melalui layanan BPR Hasamitra mobile.

BPR di NTT, kata Yonggris Lao, harus berubah juga ke layanan digital dengan mamanfaatkan teknologi IT yang telah ada. Melalui kerjasama yang telah ditandatangani, BPR Hasamitra Makasar siap berbagi pengetahuan dan saling mendukung dengan BPR di NTT untuk berubah dan maju bersama.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement