Kupang, 13 Maret 2026 – CIS Timor melalui program WE for JET dengan dukungan Penabulu Foundation dan Oxfam Australia, serta berkolaborasi dengan program PAR CORRECT IV yang didukung Catholic Relief Services (CRS) dan MACP mengelar ruang temu Pentahelix, Berbagi Makna, Meluaskan Aksi” dengan spirit AU BISAA atau akronim dari Kepemimpin_A_n Peremp_U_an: B_erdaya Melalui Energi H_I_jau, Menuju Des_A yang A_daptif & Aman Bencan_A sebagai ruang kolaborasi antara masyarakat, organisasi perempuan, organisasi penyandang disabilitas, dan pemerintah daerah.
Ruang temu Pentahelix ini, menjadi wadah dan upaya pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan komunitas, dan memasuki tahun ketiga pelaksanaan, program ini berfokus pada peningkatan partisipasi perempuan dan kelompok rentan dalam pengambilan keputusan, perluasan akses terhadap energi terbarukan, penguatan UMKM yang dipimpin perempuan, serta peningkatan kapasitas organisasi masyarakat sipil, organisasi perempuan, dan organisasi penyandang disabilitas dalam mendorong transisi energi yang berkeadilan.
“Bagi kami, kegiatan ini didasarkan atas niat baik, bahwa kita tidak bisa tumbuh sendiri, kita bisa tumbuh bersama-sama lewat gerakan berkolaborasi,”kata Koordinator Provinsi WE for JET Yayasan Penabulu, Nurjanah, saat penutupan Ruang Temu Pentahelix, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut dia, sekecil apapun gerakan, sangat bermakna bagi semua khususnya komunitas yang riil berjuang membangun sumber daya, melalui inisiatif – inisiatif yang tidak melupakan akar, yang tidak melupakan konteks lokal, bahwa semua tumbuh dari komunitas ditingkat paling bawah, untuk menjadi besar bersama saling dukung praktik baik dan berdampak, itu menjadi nilai yang sangat penting.
“Untuk perubahan sosial yang fundamental itu memang tidak bisa dikerjakan sendiri, tapi bersama -sama saling dukung satu sama lain dan dapat berdampak,”tambah Nurjanah.
Catholic Relief Services (CRS), Edu menyampaikan, kegiatan ini menjadi ruang saling mendukung, berkolaborasi, bersinergi, berbagi pengalaman, dan solusi. Kedepan, harapannya ada tindaklanjut bersama multi sektor, seperti pihak swasta dan komponen – komponen lainnya.
“Jejaring yang telah dibangun baik dengan pihak swasta maupun komponen lainnya bisa saling sinergi adalah harapan untuk keberlanjutannya,”tandas Edu.
Direktur CIS Timor, Haris Oematan, menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, mari bersama saling dukung perempuan – perempuan hebat dalam spirit AU BISAA atau akronim dari Kepemimpin_A_n Peremp_U_an: B_erdaya Melalui Energi H_I_jau, Menuju Des_A yang A_daptif & Aman Bencan_A.
“Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih untuk semua yang terlibat dalam ruang temu Pentahelix ini, akhirnya mari kita saling dukung para perempuan – perempuan hebat dalam spirit AU Bisa,”tutup Haris.
Ruang Temu Pentahelix: Berbagi Makna, Meluaskan Aksi” Au BISAAA! “Perempuan Berdaya, Energinya HIjau, Desanya Aman Bencana” mendorong kepemimpinan dan penguatan perempuan dan kelompok rentan dalam transisi transformatif dan energi berkeadilan di Indonesia (WE for JET). dimaksudkan agar terbentuknya konektivitas antara champion Masyarakat, Organisasi Penyandang Disabilitas (DPO) dan Organisasi Perempuan (WRO) serta unsur pemerintah Daerah dalam membangun semangat Kolaborasi dan Upaya peningkatan kualitas hidup Masyarakat.
WE for JET:
Program WE for JET yang dijalankan oleh CIS Timor dengan dukungan Penabulu
dan Oxfam Australia mendorong integrasi prinsip keadilan gender, disabilitas, dan
inklusi sosial (GEDSI) dalam kebijakan transisi energi di tingkat desa hingga
provinsi, sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan dan kelompok
rentan melalui akses dan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung UMKM
yang dipimpin oleh perempuan. Di Nusa Tenggara Timur, program ini memastikan
perempuan dan kelompok rentan tidak hanya terlibat dalam pengambilan
keputusan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi nyata dari transisi energi yang
adil dan transformatif.
PAR CORRECT IV:
Program PAR CORRECT IV yang didukung oleh MACP melalui Catholic Relief
Services (CRS) dan CIS Timor berfokus pada penguatan ketangguhan masyarakat
terhadap perubahan iklim melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas.
Salah satu strateginya adalah memperkuat kelompok pemasaran sebagai motor
penggerak ekonomi lokal, agar kelompok—termasuk perempuan dan kelompok
rentan—memiliki kapasitas dalam pengolahan, pengemasan, legalitas, hingga akses
pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Kolaborasi WE for JET dan PAR CORRECT IV bertujuan mendorong kepemimpinan Perempuan dan memperkuat UMKM perempuan melalui praktik usaha ramah lingkungan dan pemanfaatan energi bersih di Nusa Tenggara Timur.
Melalui workshop, pameran, dan pitching, mempertemukan kelompok usaha dengan ekosistem pentahelix (Pemerintah, Akademisi, Media, NGO/OMS, Komunitas/masyarakat) untuk membuka akses pasar, pembiayaan, dan penguatan UMKM hijau yang berdaya saing dan berkelanjutan
Kegiatan ini juga bertujuan, membawa dampak Kampanye yang Terukur: Menggerakkan perubahan nyata di masyarakat melalui peran strategis para Champion. pesan kampanye
tersampaikan secara lebih humanis sehingga mampu menyentuh kesadaran dan
mengubah perilaku warga.
Kegiatan yang digelar selama 2 hari, sejak tanggal 12-13 Maret 2026 bertujuan menyelaraskan visi dan pesan antara kebijakan pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas (Pokja PI, WRO, DPO) dan masyarakat agar pesan yang disampaikan ke masyarakat konsisten dan tepat sasaran
Membangun kolaborasi antara organisasi Pemerintah, LSM, Akademisi, Media,
Sektor Swasta (pentahelix) dan akar rumput demi terciptanya ekosistem kualitas
hidup yang inklusif. Mengangkat praktik baik dari lapangan sebagai dasar penyusunan strategi
pengembangan UMKM hijau dan ekonomi lokal ke depan.
Adapun hasil dari pertemuan tersebut diharapkan adanya peningkatan kapasitas Advokasi: Para Champion mampu melakukan pendekatan yang lebih humanis dan solutif dan terhubung dengan unsur-unsur Pentahelix.
Pusat Pengetahuan: Terciptanya kumpulan “Lesson Learned” pembelajaran
praktis yang lahir dari diskusi antar-Champion.
Solidaritas Jejaring Multisektor: Membangun konektivitas yang responsif
antara pemangku kepentingan (DPO, WRO, POKJA PI) dan masyarakat guna
meningkatkan standar hidup melalui solusi energi terbarukan dan penguatan
kapasitas ekonomi lokal kedepan. (*)





Komentar