GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Nasional
Beranda » Berita » Gerakan Tanam Mangrove, Bangun Harapan Pesisir Pantai

Gerakan Tanam Mangrove, Bangun Harapan Pesisir Pantai

MBAY, KABAKIA — Menjaga kelestarian kawasan pantai, sebanyak 2000 anakan mangrove ditanam di sepanjang pantai Nagelewa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Penamaan anakan mangrove, dilakukan oleh Komunitas Batik Aeramo, yang bekerjasama dengan Yayasan Plan International.

Hadir pula oleh Wakil Bupati Nagekeo,Gonzalo Grartianus Muga Sada, kepedulian terhadap pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat. Dengan demikian harus dilakukan dengan aksi nyata. Aksi penanaman mangrove merupakan langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program nasional di bidang rehabilitasi kawasan pesisir.

“Gerakan Penanaman Mangrove merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional. Kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Pusat dalam upaya penanggulangan pencemaran sampah serta mendukung Gerakan Revolusi Hijau,” ujar Gonzalo.

Aksi pelestarian lingkungan seperti ini bukan pertama kali dilakukan di Kabupaten Nagekeo., akan tetapi pernah dilaksanakan di Desa Nangadhero. Hak ini sebagai bentuk komitmen semua elemen masyarakat dan juga stakeholder yang ada dalam menjaga ekosistem pesisir dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi lingkungan. Mangrove merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

“Kita harus bergerak bersama selagi belum terlambat. Apa yang kita tanam hari ini mungkin tidak langsung kita nikmati, tetapi akan menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita di masa depan. Begitu pula apa yang kita nikmati saat ini merupakan hasil dari kepedulian dan kerja keras orang-orang yang telah menanam serta menjaga lingkungan pada masa lalu,” ungkapnya.

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP Cetak Rekor 132,60 di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Gonzalo mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Sementara itu, Ketua Komunitas Batik Aeramo, Belarminus Lambertus Ajo Bupu, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini merupakan aksi perdana yang dilakukan komunitasnya di kawasan pesisir Pantai Nagelewa, Desa Aeramo.

“Program ini merupakan hasil kerja sama Komunitas Batik Aeramo dengan Yayasan Plan International yang didukung melalui IKI Project dalam upaya mendorong konservasi lingkungan di wilayah pesisir,” jelasnya.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program konservasi lingkungan yang diinisiasi oleh Yayasan Plan International dan disambut baik oleh Komunitas Batik Aeramo melalui pengajuan kerja sama pelaksanaan penanaman mangrove.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, berbagai tahapan persiapan telah dilakukan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat Desa Aeramo guna membangun pemahaman dan dukungan terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

33 Negara Siapkan Stok Darurat, Mentan Amran: Indonesia Bersyukur, Pangan Aman di Tengah Gejolak Dunia

” Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program rehabilitasi mangrove sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga mitra, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin sehingga upaya pelestarian lingkungan ini mampu memberikan perubahan positif bagi kawasan pesisir Nagelewa.

Kami berharap pesisir Nagelewa dapat kembali hijau, menjadi kawasan yang lebih lestari, mampu melindungi garis pantai dari abrasi, sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya,” tuturnya.

(*/ babtista )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement