KUPANG, KABAKIA — Lebih dari 500 umat menghadiri Misa Pembukaan Pesta Pelindung Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata, Paroki St. Yosep Pekerja Penfui, yang digelar di Gereja Maria Bunda Bertaburan Rahmat (MBR) Petuk, Minggu 1 November 2026. Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dan penuh sukacita.
Kehadiran Pastor Paroki St. Yosep Pekerja Penfui yang diwakili oleh Co-Pastor Romo Frans Atamau, PR, bersama Romo Herman Punda Panda, PR dan rombongan, disambut secara adat dengan prosesi Natoni dan tarian tradisional di halaman gereja.
Kedatangan Romo Frans Atamau, PR, dan Romo Herman Punda Panda, PR, didampingi para frater, bruder dan suster, serta Ketua Dewan Pengurus Stasi (DPS) St. Fransiskus Xaverius Naimata, Domi Ancis.
Penyambutan secara adat memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang terus hidup dan menjadi bagian dari kehidupan menggereja umat. Tradisi Natoni dan tarian adat tidak hanya menjadi simbol penghormatan, tetapi juga mencerminkan persaudaraan, kebersamaan, serta penghargaan terhadap warisan budaya masyarakat setempat.
Selain menyambut kehadiran Pastor Paroki St. Yosep Pekerja Penfui, juga disambut Patung Bunda Maria dan gambar Santo Fransiskus Xaverius, sebagai tanda dimulainya siarah rohani umat selama Bulan November 2026, sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria sebagai bunda Kristus dan Santo Fransiskus Xaverius sebagai pelindung stasi.
Misa pembukaan diawali dengan pengantar yang mengajak seluruh umat untuk bersyukur atas rahmat dan penyertaan Tuhan yang senantiasa menaungi kehidupan umat di Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata.
Dengan diiringi tarian penyambutan, para imam bersama bruder, frater dan suster serta Ketua DPS Stasi bersama Patung Bunda Maria dan gambar Santo Fransiskus Xaverius kemudian diarak umat masuk ke dalam Gereja MBR Petuk.
Dalam kotbahnya saat memimpin Misa Pembukaan Pesta Pelindung Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata ini, Romo Frans Atamau mengajak umat untuk memahami makna kekudusan dengan melihat kehidupan orang-orang kudus yang telah berada di surga. Mereka adalah pribadi-pribadi yang semasa hidupnya menghayati iman dalam kesempurnaan dan kerendahan hati.
Orang-orang kudus tersebut, kata Romo Frans Atamau, tidak hanya menjadi teladan bagi umat beriman, tetapi juga menjadi pribadi yang menyembah Tuhan di surga dan senantiasa mendoakan umat yang masih menjalani peziarahan di dunia.
Sementara dalam sambutannya saat membuka perayaan Pesta Pelindung Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata, Romo Frans Atamau menekan pentingnya umat untuk terlibat secara aktif dalam semua rangkaian kegiatan. Uamat diharapkan meneladani kehidupan St. Fransiskus Xaverius, yang selalu setia mewartakan sabda Tuhan, mewartakan Yesus Kristus kepada semua orang.
Romo Frans Atamau juga mengapresiasi semangat umat KUB Rosa Mistikayang dipercaya menjadi panitia penyelenggara Pesta Pelindung Stasi St. Fransiskus Xaverius tahun 2026. Serta apresiasi kepada semua pengurus DPS dan pengurus KUB serta semua umat yang telah hadir pada isa pembukaan Pesta Pelindung Stasi tersebut.
Sementara Ketua Panitia Pesta Pelindung Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata, Blasisus Gani, dalam laporannya mengatakan, perayaan pesta pelindung stasi akan diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari kegiatan lomba kuis kitab suci yang telah digelar dua pekan lalu, sebagai bagian dari kegiatan pra perayaan pesta pelindung stasi, hingga misa penutup perayaan pesta pelindung stasi pada akhir November 2026 nanti.
Beberapa kegiatan yang digelar, kata Blasisus Gani, diantaranya adalah Pengobatan Gratis yang digelar di halaman Gereja MBR Petuk usai Misa Pembukaan Pesta Pelindung Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata, kegiatan Siarah Rohani berupa perarakan Patung Buda Maria dan gambar St. Fransiskus Xaverius dari KUB ke KUB, kegiatan Jalan Santai, Seminar tentang Perjalanan Karya Perutusan St. Fransiskus Xaverius, serta sejumlah kegiatan lainnya.
Rangkaian kegiatan perayaan Pesta Pelindung Stasi St Fransiskus Xaverius Naimata ini akan berlangsung selama bulan November 2026. Berbagai kegiatan yang digelar menjadi kesempatan bagi seluruh umat Stasi untuk meningkatkan ketekunan dalam iman, mempererat persatuan dan persaudaraan, serta membangun semangat untuk mewartakan kasih Tuhan kepada semua orang.
(*)







Komentar